Mesin Fotocopy Hemat Listrik

Wednesday, September 10th 2014. | Berita

Saat ini dimana isu pemanasan global begitu sering dibicarakan, semua orang ingin mengehemat sumber daya energy dalam kehidupan, salah satunya listrik. Mereka mengurangi penggunaannya, memilih mesin-mesin yang lebih hemat listrik dan masih banyak lagi usaha yang dilakukan. Seperti pada artikel kali ini yang akan membahas tentang memilih mesin fotocopy hemat listrik

Dalam sebuah lingkungan kerja, atau kantor, mesin-mesin elektronik termasuk bagian essensial dalam melancarkan pekerjaan. Mereka menggunakan komputer, printer, pendingin ruangan, beberapa mesin lain dan juga mesin fotocopy

mesin-fotocopy-hemat-listrik

Fakta yang didapatkan adalah mesin fotocopy mengambil daya listrik yang cukup besar dalam penggunaannya. Pada dasarnya mereka dalah printer laser dan membutuhkan waktu untuk memanaskan elemen untuk menuangkan tinta pada kertas. Inilah mengapa suhu dalam mesin akan sangat tinggi, dan jika Anda berdiri di salah satu mesin yang sedang menyalin ribuan lembar dokumen dengan celana jeans basah, mereka akan kering dalam waktu 15 menit.

Para produsen pun menyadari tuntutan konsumen akan mesin fotocopy hemat listrik. Fitur energy saving benar-benar menjadi daya tarik yang begitu besar untuk meningkatkan penjualan. Dan mereka melakukan berbagai inovasi dengan beberapa tombol atau switch yang memungkinkan mesin dalam kondisi tetap hangat pada saat jeda atau tidak digunakan dalam beberapa waktu, tentu saja dalam hal ini adalah jangka pendek dalam jam kerja. Sehingga tidak memerlukan energy yang sangat ebsarhanya untuk memanaskannya kembali saat akan digunakan untuk menyalin dokumen.

Namun ternyata ini masih kalah dengan cara tradisional yang bisa dilakukan tanpa tekhnologi terbaru tersebut. ini adalah langkah pemeliharaan yang baik serta penggunaan yang efisien.

Langkah-langkah menghemat pengeluaran biaya listrik pada mesin fotocopy

  1. Menggunakan mesin fotocopy hanya untuk kebutuhan hard copy yang benar-benar mendesak. Perhitungkan jumlah salinan dengan tepat daripada menyalin dnegan jumlah berlebihan dan akhirnya membuangnya begitu saja.
  2. Jika memungkinkan, tentukan jadwal penyalinan dokumen. Misalnya adalah penggunaan mesin hanya untuk pagi hari sekitar jam sekian hingga jam sekian dan sore hari jam sekian hingga sekian. Ini akan membantu mesin memiliki waktu cukup lama untuk beristirahat dan tidak menyerap energy listrik untuk pemanasan.
  3. Gunakan fitur duplex atau salinan bolak balik semaksimal mungkin.
Bagikan informasi ini: