Fotocopy Buku Tanpa Ijin Bisa Dipolisikan

Thursday, September 25th 2014. | Berita

Aturan baru dalam fotocopy buku harus membayarkan royalti kepada penulis sudah mulai diberlakukan sejak 16 september 2014 tetapi kami yakin banyak para pengusaha fotokopi yang belum mengetahui berita dan aturan ini, adalah Kartini Nurdin yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus YRCI yang menyampaikan aturan baru mengenai larangan memfotocopy buku tanpa ijin dan membayarkan royalti kepada penulis buku tersebut.

fotocopy buku tanpa ijin bisa dipolisikan

gambar hanya ilustrasi

Hal ini dikarenakan banyak penulis dan penerbit yang keberatan buku dan hak cipta mereka dilanggar, berdasarkan survei banyak pihak yang memperbanyak buku tanpa memperhatikan aturan royalti penulis.

“Penelitian, survei sudah dilakukan, hasilnya selama ini kita banyak yang melanggar. Kita sudah banyak yang melanggar, jangan kita juga dicap sebagai pencuri,” kata Kartini saat dihubungi merdeka.com, Kamis (25/9).

Aturan baru fotocopy buku ini juga berlaku bagi perguruan tinggi yang ingin memperbanyak buku hanya diperbolehkan pada bagian yang dibutuhkan saja tidak untuk keseluruhan, jika ingin semuanya harus membayarkan royalti 10% dulu untuk mendapatkan lisensi dari YRCI.

Bagi sebagian pembaca khususnya para pengusaha fotocopy pasti belum banyak yang mengetahui apa itu YRCI kok bisa bisanya membuat aturan baru tentang fotocopy buku semacam ini, YRCI adalah Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia, yang dimaksudkan bisa merefleksikan semua anggotanya/pemangku kepentingan yang terdiri bukan saja penulis, pengarang dan penerbit buku, namun juga illustrator, photographer, penerjemah, wartawan, penerbit majalah, koran dan lainnya.

Dengan adanya berita ini kami harap para pengusaha fotocopy khusnya dan para pengguna jasa fotocopy pada umumnya untuk lebih memperhatikan aturan dalam memfotocopy buku.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua

Baca Juga:

Awas Fotocopy Buku Cetak Wajib Bayar Royalti

Bagikan informasi ini: